majujayamotor.id

Call us : +62812 8365 2989
mjmasd

SABANG – Siti Farah hanyalah seorang wanita biasa. Namun, guru Kelompok Bermain berusia 44 tahun ini memiliki tekad yang luar biasa. Lama bermimpi bisa menjelajahi Zero Point Km, akhirnya pada Selasa (14/7), ia membuka jalan ke titik paling barat Indonesia.

Siti Farah mendaftarkan dirinya sebagai pengendara sepeda motor wanita tangguh yang melakukan solo touring alias mengendarai sendirian di atas aspal ribuan Km untuk menyelesaikan mimpinya untuk dapat menginjakkan kaki dan sepeda motor di monumen Zero KM yang terkenal di dunia pengendara sepeda motor.

Wanita dari Boyolali, mengabadikan dirinya setibanya di Zero Km, Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam pada Selasa sore. Di Honda Revo Club (HRC) keluarga besar Jakarta, klub motor yang melindungi dia, Farah menjadi pengendara motor ketiga yang pernah menyentuh Zero Point Km. Sebelumnya ada Bro Bismo dan Bro Iyus.

Mencapai Sabang menjadi perjalanan wisata terpanjang dalam hidup Farah. "Saya sudah lama bermimpi bahwa saya bisa pergi ke monumen Zero Km Sabang. Kebetulan, sekolah masih libur. Sekarang adalah kesempatan saya untuk mewujudkan mimpi ini," kata warga Cibubur.

Sebelumnya, dengan klubnya, Honda Revo Club (HRC) Jakarta, Siti farah adalah tur paling jauh ke HBD Pangandaran 2019. Namun, ia sering melakukan aspal dengan Revano Honda ketika kembali ke kota asalnya. "Dalam mengendarai motor dia cukup tangguh," kata Ketua HRC Jakarta Bro Saipudin.

Mengenai solo Berkendara ini, Penasihat HRC Jakarta Bro Fuad mengatakan,
Farah telah melahirkan beberapa minggu sebelum keberangkatan. Pengendara sepeda motor kolega juga
sangat mendukung solo riding ini dengan terus memantau keberadaan Farah di
perjalanan.

Farah, yang bergabung dengan HRC Jakarta sejak 2018, berangkat
dengan pembebasan sesama pengendara motor pada hari Sabtu, 4 Juli di Wisma Wahana,
Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia juga dikawal oleh tiga pengendara motor untuk mencapai pelabuhan
Merak, Banten.

Mulai tur di Sumatra, Farah mengambil jalur timur, mulai
dari Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan dan Aceh ke Sabang. Tim
HRC, yang memantau perjalanannya, mengatakan Farah dalam perjalanan yang baik
hanya. Motor juga tidak mengalami hambatan sama sekali. Seperti cuaca saja
hujan yang menghentikan perjalanannya.

Tak lama di Sabang, pada 15 Juli, Farah kembali ke Jakarta dengan mengambil rute barat Sumatera yang lebih menantang di sepanjang pantai barat Sumatra. Mulai dari Meulaboh, Sibolga, Padang, Bengkulu dan Lampung. Bergembiralah, Guru! Semoga berhasil pulang lagi. [Po/Haz]

Pos Siti Farah, Solo Berkuda ke Tugu Zero Km Sabang bersama Revo Duck muncul pertama kali di Pojokoto.com.

Leave a Reply

Open Chat
Halo , Ada yang bisa saya bantu?